PPC Iklan Blogger Indonesia
Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Tuesday, January 24, 2012

6 Tips Berlibur Menggunakan Kendaraan Pribadi



Tragedi mobil Xenia di Tugu Tani yang memakan banyak korban, mengingatkan betapa kita tak boleh teledor dalam berkendara. Jangan sampai hal ini terjadi pada Anda, termasuk ketika berlibur menggunakan kendaraan pribadi.
Menggunakan kendaraan pribadi ketika berlibur memiliki beberapa keuntungan. Salah satunya adalah kebebasan bagi Anda dalam menjelajah suatu tempat, bahkan yang tak terjamah oleh alat transportasi umum. Anda juga tak perlu susah payah membawa tas punggung serta berbagai perlengkapan lainnya.

Baik itu bersama keluarga maupun teman, menggunakan kendaraan pribadi memang dianjurkan jika Anda menginginkan eksplorasi tempat yang maksimal. Namun, ada beberapa hal yang patut diperhatikan jika ingin berlibur menggunakan kendaraan pribadi, baik itu motor maupun mobil.

Naik Kapal dengan Penari Seksi di Sydney


Ada satu yang jangan terlewatkan bila bertraveling ke Sydney, Australia. Naik kapal dan melihat pemandangan Sydney sambil menikmati tarian seksi 'The Voyage of Love'. Wow!

detikTravel yang berkesempatan mengunjungi Sydney, Senin (16/1/2012) lalu menyempatkan diri menaiki kapal pesiar Sydney Showboat. Selama 3 jam kita akan diajak mengarungi perairan di sekitar Sydney, melintasi jembatan dan melihat Sydney Opera House dari kapal.

Biaya untuk naik kapal ini dimulai dari AUD 100/orang, hingga harga tertentu dengan paket tertentu. Setiap orang akan mendapatkan makanan dan minuman, mulai teh, kopi, hingga wine.

Kapal bergerak meninggalkan pelabuhan Sydney sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Bila ingin duduk di dekat panggung, Anda harus memesan lebih dahulu. Kebetulan saya dan sejumlah rekan duduk persis di pinggir panggung.

Kapal pun bergerak meninggalkan pelabuhan. Penumpang mulai disuguhi hidangan pembuka, sementara seorang pesulap membuka penampilan di atas panggung. Sambil bersantap, sang pesulap berkeliling menghampiri setiap meja penumpang menunjukkan keahliannya.

Kebetulan saat itu di tengah acara, ada seorang pria Australia melamar teman wanitanya. Tepuk tangan dan suitan penonton pun membahana saat sang pembawa acara mengumumkan momen itu. Suasana kapal, saat itu memang romantis, apalagi kala kapal bergerak perlahan dan matahari perlahan turun di sekitar Opera House dan Sydney Harbor Brigde.

Perut kenyang, saatnya sajian utama, The Voyage of Love. Semua lampu dipadamkan, dan hanya lampu sorot di panggung saja yang bersinar terang.

Acara tarian diawali dengan kemunculan seorang penyanyi kabaret berambut pirang sebahu. Sebuah lagu mengalun, tidak lama muncullah penari-penari dari balik panggung. Dengan pakaian super seksi mereka melenggak-lenggok menari ala balerina.

Kostum yang digunakan pun berganti-ganti, mulai dari tema Las Vegas, Mesir, Brazil, hingga Australia. Pastinya kelincahan para penari membuat penonton berdecak kagum dan kegenitan mereka membuat jantung dag dig dug. Sayangnya tidak diperkenankan untuk memfoto sepanjang acara.

Para penari itu pun sesekali turun dari panggung dan menghampiri penonton yang tengah duduk. Nah, bagi mereka yang berulang tahun akan diajak naik ke panggung dan akan diminta menirukan gerakan mereka. Seruuu!

Umumnya, para penumpang berasal dari berbagai negara. Jarang sekali yang berasal dari Australia, saat saya berada di kapal itu, tampak beberapa orang dari Indonesia, India, China, AS, Prancis, dan Inggris.

Sydney memang sudah menjelma menjadi kota wisata. Tidak heran informasi soal showboat ini banyak tertera di brosur-brosur soal wisata di Sydney. Anda juga bisa memesan tiketnya melalui situs mereka. Tertarik mencoba? sumber detik.com

Pantai Pasir Putih Situbondo Seindah Lukisan

Dalam penjelajahan bumi Jawa Timur terlintas sebuah kota yang konon pada zaman dahulu merupakan situ atau danau besar. Kota yang satu ini juga menjadi saksi bisu dalam hancurnya Kerajaan Majapahit. Ya, ini adalah Kota Situbondo yang berada di daerah pesisir Utara Pulau Jawa. Selain cerita sejarah yang hadir dan menjadi daya tarik, alam yang indah juga menjadi nilai utama dari kota yang satu ini. Salah satu keindahan yang menggambarkan Kota Situbondo adalah Pantai Pasir Putih Situbondo.

Pantai Pasir Putih Situbondo, sesuai dengan namanya maka pantai ini sangatlah dikenal sebagai salah satu andalan wisata di kabupaten tersebut. Pasirnya yang putih dan keunikan topografinya yang melengkung menghadap ke laut dengan latar belakang hutan membentuk gugusan panorama yang sangat indah dan dengan banyak layar-layar warna-warni kapal-kapal nelayan yang terkembang menambah elok pemandangan ini.

Bila mengarahkan pandangan ke Utara maka akan terlihat bentangan luas laut Utara Jawa dengan garis putih di pinggir pantai. Dan, ketika mengalihkan pandangan ke belakangnya, rimbunan hutan menyuguhkan kesejukan tersendiri. Pantai ini terletak di lokasi yang strategis, yaitu di pinggir jalan utama Surabaya–Banyuwangi, tepatnya di Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Dari pantai ini kita dapat menyaksikan keindahan panorama dan juga menikmati eloknya matahari terbenam (sunset). Berbagai macam olahraga laut, seperti berenang, menyelam, maupun berselancar dapat dilakukan di pantai ini. Pengunjung dapat menaiki perahu untuk berlayar dan menikmati pemandangan bawah laut. Beragam hiburan seperti konser musik dan bermacam lomba seperti lomba selancar, memancing, dan lomba perahu nelayan tradisional sering diadakan untuk memuaskan para wisatawan.

Sekitar lokasi pantai terdapat banyak penyewaan ban pelampung untuk bermain-main di laut. Wisatawan juga dapat menyewa perahu yang dilengkapi kaca pada bagian bawahnya untuk menyaksikan pemandangan bawah laut. Pengelola wisata juga menyediakan fasilitas kamar mandi, mushala, dan beberapa tempat untuk beristirahat berupa bangku beton yang biasanya dekat dengan tempat para penjaja makanan. Selain itu, juga tersedia kios-kios yang menjual souvenir seperti replika perahu serta hiasan dan aksesoris dari kerang. Bila ingin menginap, pengunjung tak perlu khawatir karena lokasi penginapan berupa hotel, motel, dan losmen juga tersedia di sini. Tapi, kalau ingin berkemah, pengelola menyediakan area khusus untuk digunakan.

Pada bulan Oktober biasanya para nelayan mengadakan upacara Petik Laut, yaitu melarung makanan, jajanan, dan kepala lembu ke tengah laut sebagai upaya memohon berkah hasil laut dari Tuhan. Pada upacara ini tak jarang diadakan pementasan musik "Gandrung", yaitu musik tradisional yang populer di daerah Banyuwangi dan sekitarnya.

Ehmm... bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk mengunjugi Pantai Pasir Putih Sibundo? Kalau ya, sebaiknya Anda datang saat bulan Oktober lho. sumber detik.com

Keren! Jalan Kaki di Atas Hutan Amazon


Pada 2014, akan dibuka jalur pejalan kaki sepanjang hampir 10 kilometer di atas hutan Amazon, Brazil. Ya, Anda tidak salah baca. Jalur unik ini dibangun di atas hutan, sehingga para turis bisa melihat Amazon dari atas!

Proyek ini adalah bagian dari pembangunan pusat penelitian di tengah hutan hujan Amazon, Brazil, Amerika Selatan. Dilansir dari situs dailymail.co.uk pada Senin (23/1), proyek senilai 6,4 juta Poundsterling (sekitar Rp 90 miliar) ini didanai oleh British Charity.

Lokasi ini nantinya akan menjadi tempat para ilmuwan dari Royal Botanic Gardens melakukan berbagai penelitian. Selain pusat penelitian, akan dibangun pula jalur pejalan kaki yang dengan panjang hampir 10 kilometer. Jalur ini akan tampak seperti jembatan karena letaknya di atas 'atap Amazon'. Belum dijelaskan apakah jalur ini dibuat menggunakan tiang khusus, atau menghubungkan jalan dari satu pohon ke pohon lain.

Jalur pejalan kaki ini berlokasi di Roraima, sebuah provinsi terpencil di sebelah timur laut Brazil. Perancangnya adalah Marks Barfield, yang juga merancang desain London Eye dan Kew Gardens yang terkenal. Keduanya berlokasi di London, Inggris.

Para peneliti akan menggunakan jalur ini untuk mempelajari bagian atap dari hutan hujan Amazon. Sementara, para turis bisa melakukan wisata ramah lingkungan sekaligus menyaksikan megahnya Hutan Amazon dari atas. Proyek ini dikoordinasi oleh Amazon Charitable Trust dan diperkirakan akan selesai dalam dua tahun mendatang.

Tak hanya demi kepentingan penelitian dan pariwisata, proyek ini juga diharapkan memberi lapangan pekerjaan bagi suku-suku di wilayah Amazon. "Proyek ini memungkinkan mereka untuk hidup tanpa harus merusak hutan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap hutan hujan di seluruh dunia," kata Managing Partner dari Amazon Charitable Trust, Robert Pasley-Tyler.

Dengan luas total sekitar 5,5 juta kilometer persegi, hutan hujan Amazon membentang di beberapa negara yaitu Brazil, Peru, Kolombia, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, dan Suriname. Terdapat beberapa suku pedalaman yang mendiami hutan ini, di antaranya Kuorubo dan Matis yang terkenal dengan senjata tiupnya. sumber detik.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...